
Walaupun bukan hal yang baru, mungkin masih banyak orang yang belum tahu cara mengaktifkan Tokopedia paylater dan juga paylater yang ada di e-commerce lainnya.
Pada dasarnya, Tokopedia menyediakan layanan paylater yang cukup beragam. Tokopedia bekerja sama dengan Kredivo, Home Credit, Indodana, dan BRI Ceria untuk menghadirkan layanan kredit instan ini untuk pelanggannya. Alhasil, pelanggan Tokopedia memiliki pilihan pembayaran paylater yang bisa disesuaikan dengan kondisinya.
Karena ada 4 fintech paylater yang tersedia, pendaftaran atau pengaktifan Tokopedia paylater akan berbeda-beda, tergantung fintech mana yang kamu pilih dari 4 pilihan tersebut. Sebab, setiap fintech punya syarat dan mekanisme yang berbeda.
Kredivo misalnya, fintech yang terkenal dengan limit maksimal Rp 30 juta-nya ini, memiliki 3 syarat utama bagi pendaftar, yaitu: 1) Sudah berusia minimal 18 tahun, 2) Punya penghasilan tetap minimal sebesar Rp 3 juta per bulan, 3) Berdomisil di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, Kediri, Tasikmalaya, Tegal, Bandar Lampung, Banjarmasin, dan Pontianak
Kalau mau pendaftaran paylater punya kesempatan disetujui lebih besar, pendaftaran harus dilakukan dengan cermat sesuai instruksi yang diberikan fintech pilihanmu. Selain itu, demi keamanan, sebaiknya jangan lakukan 5 hal ini saat kamu daftar akun paylater:
Menerima atau meminta bantuan pihak ketiga
Saat kamu sudah memutuskan untuk daftar akun paylater, maka kamu sudah perlu memelajari sendiri cara daftarnya yang dilakukan secara online. Saat daftar akun paylater, akan ada data-data pribadi kamu yang perlu diunggah.
Selain itu, akan ada juga email, nomor HP, dan password yang dibuat sebagai akun paylatermu. Informasi ini bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui siapa pun selain kamu sendiri. Sebab, jika bocor, maka akun paylater kamu berpotensi terancam disalahgunakan.
Atas alasan tersebutlah, pendaftaran akun paylater tidak boleh dilakukan oleh pihak ketiga. Baik itu kamu yang meminta tolong atau adanya tawaran dari pihak lain. Semua aplikasi paylater sudah dibuat proses daftarnya semudah mungkin untuk bisa diikuti oleh pendaftar. Jadi, tidak akan memerlukan bantuan pihak ketiga.
Menggunakan data orang lain
Ada empat pilihan paylater di Tokopedia. Keempatnya punya syarat pendaftaran yang berbeda-beda. Mulai dari batas usia, minimal penghasilan, hingga syarat domisilinya.
Kalau kondisimu tidak sesuai di salah satu fintech tersebut, kamu punya kesempatan dan bisa mengecek syarat daftar di aplikasi fintech lainnya yang lebih sesuai. Tidak perlu memaksakan untuk mendaftar hanya karena fintech paylater yang kamu mau punya limit yang lebih besar. Apalagi sampai menggunakan atau meminjam data orang lain yang sesuai, hanya untuk daftar akun paylater.
Hal ini sangat tidak disarankan karena bisa merugikan pihak yang datanya kamu pinjam dan juga dirimu sendiri. Selain itu, pendaftaran juga berpotensi ditolak jika ditemui adanya keanehan pada data yang disubmit.
Daftar dua akun paylater dalam waktu sama
Biasanya, proses pendaftaran akun paylater memerlukan waktu 1×24 jam untuk proses approval. Dalam proses tersebut, bisa jadi kamu tergiur untuk coba-coba daftar akun paylater yang lain dalam waktu bersamaan. Siapa tahu kalau yang satu ditolak, kamu punya cadangan paylater lain yang bisa langsung digunakan dan nggak perlu tunggu lama lagi untuk approval.
Pernah berpikir seperti di atas?
Sebenarnya, tidak ada larangan untuk daftar lebih dari satu akun paylater dalam waktu bersamaan. Tetapi, jika bisa tidak dilakukan, hal ini tidak disarankan. Selain bisa menjadi trigger untuk bertransaksi di luar batas kemampuan, punya dua akun paylater juga perlu waktu lebih untuk mengurusnya.
Kalau keduanya sama-sama diapprove, maka kamu akan punya dua akun paylater yang aktif. Kalau kamu mengajukan cicilan di kedua akun paylater, maka akan ada dua cicilan berjalan yang bisa menjadi beban tambahan keuangan per bulan. Alhasil, risiko kredit macet juga meningkat.
Untuk menghindari situasi tersebut, kamu dapat memilih satu saja layanan paylater yang punya fitur mencakup semuanya. Seperti Kredivo dengan program paylater, cicilan 0%, cicilan s.d 12 bulan, dan fitur pinjaman tunainya. Kurang lebih, Kredivo memiliki fitur atau layanan yang mirip dengan kartu kredit. Selain bisa dipilih sesuai kebutuhan, Kredivo juga bisa memberikan limit kredit yang cukup besar, maksimal sampai Rp 30 juta sehingga bisa meng-cover banyak kebutuhan.
Daftar untuk keperluan orang lain
Nggak niat daftar paylater, tapi mau daftar karena untuk bantu orang lain?
Lebih baik, pikirkan dua kali jika kamu punya niat atau tujuan tersebut, ya. Apalagi jika kamu meminjamkan data-datamu kepada orang lain, misalnya kerabat atau teman, untuk digunakan daftar akun paylater.
Sebab, hal tersebut bisa sangat merugikan diri kamu sendiri, lho! Anggaplah jika pendaftaran disetujui lalu kamu mengambil cicilan atau pinjaman dengan akun paylater tersebut. Kemudian, uang atau barangnya diberikan ke orang tersebut dengan janji bahwa orang tersebut akan rutin membayar angsurannya per bulan.
Jangan sampai menutup kemungkinan bahwa orang tersebut tidak akan ingkar janji, lho! Hal tersebut sangat mungkin terjadi dan pada akhirnya kamulah yang harus melunasi pinjamannya.
Tidak melengkapi atau mengunggah data dengan benar
Saat daftar akun paylater, ada beberapa dokumen pribadi yang harus kamu unggah seperti foto KTP, KK, atau NPWP. Tujuan dari diunggahnya dokumen ini adalah sebagai langkah administrasi dan verifikasi data bahwa kamu adalah benar orang yang mengajukan pendaftaran akun. Oleh karena itu, pengunggahan dan kelengkapan data harus dilakukan dengan benar.
Jika ada satu dokumen yang tidak sesuai dengan dokumen lain, misalnya dari segi nama atau alamat, bisa jadi pendaftaran akun paylater kamu berpotensi ditolak.