Bahasa Arab Pernah Menjadi Bahasa Terpenting di Dunia?

Bahasa adalah sarana komunikasi setiap manusia. Melalui bahasa, setiap orang mampu berinteraksi dan juga saling bertukar informasi. Bahasa terhitung merupakan sarana untuk menyampaikan perasaan manusia. Selain itu, lewat bahasa, manusia dapat mampu menyampaikan gagasan untuk mengaktualisasikan dirinya. Oleh gara-gara itu, bahasa merupakan keliru satu sarana paling utama di dalam membangun jalinan jalinan sosial manusia. Di perkirakan terdapat 6000-7000 bahasa yang tersebar di dunia.

Di abad ke-21 ini, bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Setiap manusia di dunia berlomba-lomba untuk studi supaya mampu menguasai bahasa dunia tersebut. Hal ini tidak mengherankan, gara-gara hampir semua perkembangan (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) IPTEK berasal dari negara Barat yang notabennya selalu mengfungsikan bahasa Inggris. Kemajuan negara-negara Barat di dalam mengembangkan IPTEK mempunyai negara-negara berikut di dalam puncak kejayaan dan juga memegang kendali peradaban dunia. Sehingga tidak mengherankan bahasanya jadi bahasa paling utama di dunia.

Selain aspek perkembangan IPTEK yang maju dari dunia Barat, aspek lainnya yang tidak kalah mendukung perkembangan bahasa Inggris di dunia adalah  Globalisasi. Globalisasi diartikan sebagai proses yang mendunia. Prosesnya dari Lokal ke global, dari nasional ke internasional, dari tempat yang satu ke tempat lainnya.

Globalisasi dapat pengaruhi semua aspek di dalam kehidupan manusia, seperti: politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, tipe hidup, tipe berbusana, selera, makanan, musik, perfileman, dan juga bahasa, dll. Semua negara dapat terkena dampak dari globalisasi, hanya saja negara yang memiliki ketahanan nasional yang kuat dapat mampu bertahan lebih-lebih beradu di dalam masa tersebut. Dengan dampak segala aspek tersebut, tidak mengerankan kecuali bahasa Inggris jadi bahasa internasional. Hal ini tidak lepas dari inti globalisasi berikut adalah proses ke Barat-baratan (Westernisasi), yang dikemas sedemikian rupa supaya jadi suatu keharusan di dalam kehidupan modern manusia di dunia.

Terlepas dari itu semua, tahukah kamu bahwa bahasa Arab pernah mejadi bahasa paling utama di dunia??? Yaa.., di dalam perjalanan peristiwa dunia, bahasa Arab pernah jadi bahasa paling utama dunia dan juga banyaknya yang mengikuti kursus bahasa arab terbaik. Hal ini tidak lepas dari masa peradaban dunia yang pernah diraih oleh Islam. Masa kejayaan Islam di tangan pemerintahan Daulah Abbasiyah menjadikan Islam sebagai pemegang kendali peradaban dunia sekitar abad ke-7-9 M. Sejarah mencatat, tidak mungkin peradaban Barat lahir tanpa kontribusi para ilmuwan Muslim, layaknya Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Idrisi dan Ibnu Rusyd. Diakui atau tidak mereka sudah sukses merubah peradaban Barat yang sebelumnnya terbelakang.

Menurut Fazlur Rahman, pusat-pusat Ilmu ilmu purbakala yang ada di Yunani dan Alexandria, dan di awalnya Mesir dan juga Babylonia maupun Persia, jatuh ke tangan Muslim. Kota-kota layaknya Antioch, Edessa, Harran, dan Jundishpur jadi bagian dari Dar Al-Islam. Menjelang berakhirnya bani Umayyah dan permulaan periode bani Abbasiyah, penerjemahan bahasa-bahasa purbakala mulai dilakukan ke di dalam bahasa Arab dengan pemberian orang-orang terpelajar dari beraneka pusat tersebut. Proses penerjemahan memakan pas hampir 150 hingga 200 th. yang sukses menerjemahkan beberapa besar filsafat dan ilmu ilmu purbakala ke di dalam bahasa Arab dan untuk pas 700 th. berikutnya, bahasa Arab jadi bahasa ilmu ilmu yang paling penting diseluruh dunia.

Selain itu, menurut Jonatan Lyons, seorang orientalis menyebutkan; kota Anthiokia yang  sudah lama jadi persinggahan penting di sepanjang jalan niaga para khafilah kaya dari mesopotamia yang dengan hati-hati menghindari Perang Salib untuk selalu melanjutkan bisnis layaknya biasa sedapat mungkin. Meskipun beberapa besar penduduk kota itu beragama Nasrani Ortodoks Timur, Yakobi, Nestorian dan Armenian namun bahasa Arab jadi bahasa utama kota itu walaupun selalu memberi area pada bahasa Yunani dan Latin.

Bukti peristiwa lainnya menunjukkan, para petani di Islam Spanyol dahulu terlalu terampil di dalam hal pengalihan, pengumpulan dan pembagian air untuk lahan pertanian. Buktinya mampu dilihat dari banyaknya istilah Arab yang mereka wariskan di Spanyol masa kini, pada lain; istilah untuk pintu air (azuda), parit irigasi (acequia), kilang air (acena), kincir air (noria), dan tetap banyak istilah-istilah perihal lainnya yang seutuhnya disita dari bahasa Arab.

Selanjutnya, penaklukan Muslim sudah mempunyai bahasa Arab ke pinggir Barat Eropa. Segera saja, bahasa Arab di terima sebagai medium budaya tinggi dan sering digunakan sebagai bahasa keseharian di di dalam dan antar komunitas Muslim, Yahudi, dan juga Kristen Andalus. Akan tetapi, sejak abad ke-9, uskup Kordoba mulai mengeluhkan bahasa Arab yang menurutnya mampu mengancam kelestarian bahasa Latin, bahasa Gereja Khatolik.

Dia terhitung terperanjat mengetahui begitu banyak umat Kristen yang gemar membaca buku-buku berbahasa Arab dan membangun perpustakaan besar berisi buku-buku berbahasa Arab walaupun dengan biaya yang terlalu mahal. Jarang sekali yang mampu menulis surat di dalam bahasa Latin kepada temannya, namun banyak sekali orang yang bicara dan menulis puisi di dalam bahasa Arab, lebih-lebih lebih terampil daripada orang Arab sendiri.

Sejalan dengan perkembangan dan juga kemajuan Islam dimasa Daulah Abasiyah, mempunyai dan juga bahasa Arab jadi bahasa yang mendunia. Umat muslim unggul di dalam bidang Filsafat, Kedokteran, Matematika, Astronomi, Astrologi, Kimia, Fisika, Musik, Sastra, Seni lukis, Arsitektur, Optik, Ilmu Timbang dan tetap banyak lainnya. Yang mana hal itu merupakan hal yang asing bagi bangsa Barat ketika itu. Kekuasaan Gereja membuat bangsa Barat hidup di dalam masa kegelapan yang hanya yakin kepada mitos dan juga tunduk pada doktrin agama. Ilmu ilmu merupakan sesuatu yang haram namun jauh berlainan dengan kemajuan umat mulsim ketika itu.

Karya para filsuf Muslim layaknya Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Al-Idrisi, Ibnu Rusyd dan lainnya yang mengfungsikan bahasa Arab dihargai terlalu mahal di Barat. Mereka rela membayar mahal untuk karya-karya berikut walaupun banyak yang selanjutnya laksanakan terjemahan ke di dalam bahasa Latin. Namun lepas dari itu semua, di masa kejayaan Daulah Abbasiyah, mempunyai dampak besar pada perkembangan bahasa Arab. Banyak orang-orang Barat yang selanjutnya fasih berbahasa Arab, lebih-lebih ahli di dalam hal itu supaya Bahasa Arab sudah sukses jadi bahasa paling utama dan terhitung bahasa Ilmu ilmu di dunia ketika itu.

Demikian perjalanan peristiwa berkenaan bahasa Arab yang pernah jadi bahasa paling utama di dunia. Sejarah menunjukkan betapa besarnya kontribusi Muslim pada peradaban dunia, lebih-lebih pada Barat sekalipun, lebih-lebih di dalam bidang Sains, Teknologi dan Filsafat. Meskipun sebenarnya sekarang Barat menafikkan kenyataan berikut lebih-lebih cenderung memusuhi umat Muslim. Semoga hal ini mampu memunculkan stimulus kita sebagai umat Muslim untuk bersama-sama raih ulang kejayaan umat Islam di masa selanjutnya.